PENTINGNYA KETRAMPILAN TEKNOLOGI INFORMASI SEBAGAI GURU AGAMA BUDDHA
Dosen Pengampu:
1.
Partono
M.Pd,. M.Pd.B
2.
Rahmat
Setyoko S.Pd.B
DISUSUN OLEH
NAMA :
YULIANTO
NIM :
1408211186
E-MAIL : Yuliiantoe@gmail.com
JURUSAN
DHARMA ACARYA
SEKOLAH
TINGGI ILMU AGAMA BUDDHA
SMARATUNGGA
JL.
BARU, KALIGENTONG, AMPEL, BOYOLALI
2016
PENDAHULUAN
A.
LATAR
BELAKANG
Pendidikan
agama buddha secara falsafah mengacu pada ajaran Buddha yang mengacu pada
Tipitaka atau Tri Pitaka. Salah satunya adalah tentang Empat Kesunyataan Mulia.
Oleh karena itu secara umum tujuan pendidikan agama Buddha adalah membimbing
siswa menuju kebahagiaan yang sejati. Caranya adalah dengan tidak melakukan
kejahatan, menambah kebajikan, serta mensucikan batin. Melaksanakan moralitas,
meditasi, dan mengembangkan kebijaksanaan. Oleh karena itu, nilai-nilai
kebenaran sejati menjadi inti pembelajaran dalam agama Buddha.
Di
era semacam ini pendidikan agama Buddha tidak terlepas dari perkembangan jaman.
Kemajuan teknologi informasi dan komunikasi khususnya internet seperti sekarang
dapat memberi dampak positif pada pendidikan agama Buddha. Guru sebagai seorang
yang bertugas untuk mendidik, mengajar, melatih, membimbing, mengarahkan, dan
mengevaluasi peserta didik untuk dituntut bisa mengikuti perkembangan jaman ini
demi kemajuan mutu pendidikan agama buddha. Guru pendidikan agama Buddha
sebagai seorang pengajar agama Buddha bisa memanfaatkan internet untuk
meningkatkan kemampuan profesi.
Pendidikan merupakan sebuah sarana yang efektif dalam mendukung
perkembangan serta peningkatan sumber daya manusia menuju ke arah yang lebih
positif. Kemajuan suatu bangsa bergantung kepada sumber daya manusia yang
berkualitas, dimana hal itu sangat ditentukan dengan adanya pendidikan. Seperti
yang telah tertulis dalam Undang-undang nomor 20 tahun 2003 tentang Sistem
Pendidikan Nasional, yang salah satu isinya membahas mengenai pendidikan merupakan
usaha sadar dan terencana.
PEMBAHASAN
B. PENGERTIAN TEKNOLOGI INFORMASI
Nama teknologi sebenarnya berasal dari bahasa Prancis yaitu “La Tekniqiu”
yang dapat diartikan dengan “semua proses yang dilaksanakan dalam upaya untuk
mewujudkan sesuatu secara rasional”. Dalam hal ini yang dimaksudkan dengan
sesuatu tersebut dapat berupa benda atau konsep, pembatasan cara itu secara
rasional sangat penting sekali dipahami pembuatan atau perwujudan sesuatu
tersebut dapat dilaksanakan secara berulang (repetisi).
Teknologi
Informasi (TI), atau dalam bahasa Inggris dikenal dengan istilah Information
technology (IT) adalah istilah umum untuk teknologi apa pun yang
membantu manusia dalam membuat, mengubah, menyimpan, mengomunikasikan dan/atau
menyebarkan informasi. TI menyatukan komputasi dan komunikasi berkecepatan
tinggi untuk data, suara, dan video. Contoh dari Teknologi Informasi bukan
hanya berupa komputer pribadi, tetapi juga telepon, TV, peralatan rumah tangga
elektronik, dan peranti genggam modern (misalnya ponsel).
C. PERBEDAAN TEKNOLOGI INFORMASI DAN SISTEM INFORMASI
Sistem informasi adalah sistem terintegrasi yang mampu menyediakan informasi
yang bermanfaat bagi penggunanya. Sedangkan Tenologi Informasi adalah hasil
rekayasa manusia terhadap proses penyampaian informasi dari pengirim ke penerima sehingga diatas dapat disimpulkan perbedaanya sistem
informasi merupakan sistem yang menyediakan informasi bagi penggunanya
sedangkan teknologi informasi ini lebih kepada teknologi yang digunakan untuk
menunjang semua kegiatan sistem informasi.
D. PENTINGNYA KETERAMPILAN TEKNOLOGI BAGI GURU UNTUK MENINGKATKAN MINAT
BELAJAR SASWA
Di zaman yang semakin maju ini,
seorang guru harus wajib mengetahui perkembangan teknologi pada zaman sekarang
ini dan guru wajib menguasai keterampilan misalnya membuat desain, media
pembelajaran, power point, dsb. Dalam Mangala Sutta Buddha bersabda “ dengan memiliki pengetahuan
yang luas dan keterampilan adalah berkah utama” dan dalam Angutara Nikaya Sang
Buddha bersabda “bahwa dengan memiliki pengetahuan yang luas, seseorang berarti
telah membuat pelindung bagi dirinya sehingga dapat terhindar dari kehidupan
yang penuh penderitaan. Kewajiban menuntut dan mengamalkan ilmu”.
Sudah jelas dikatakan bahwa memiliki
pengetahuan yang luas, keterampilan yang baik merupakan sebuah berkah utama dan
dapat digunakan untuk menuju jalan keluarnya dari penderitaan. Karena di era
yang sangat maju ini orang harus mampu bersaing dalam berbagai macam bidang
apalagi bidang teknologi ini sendiri, orang harus memiliki skil atau kemampuas
sebagai pegangan ketika ia akan berhadapan dengan dunia kerja. Tidak dapat
dipungkiri bahwa seseorang harus mampu menguasai keterampilan teknologi itu
sendiri supaya ia memiliki kemudahan dan tidak tertinggal oleh zaman. Guru juga
harus mengetahui dan belajar sesuatu yang baru dari dunia teknologi.
Model
pembelajaran yang kreatif dan inovatif memanfaatkan teknologi dan informasi
dalam materi pendidikan agama Buddha merupakan harapan bagi banyak pihak.
Siswa tentu akan menyukai model pembelajaran yang demikian, suasana kelas
menjadi sangat kondusif untuk tempat belajar anak. Guru pun menjadi tidak bosen
dengan pekerjaan mengajar yang sudah dilakukan bertahun-tahun. Oleh karena itu,
kesadaran diri dari guru Pendidikan Agama Buddha menjadi titik awalnya.
Interaksi
guru dengan peserta didik, rekan kerja, dan masyarkat juga bagian yang tidak terpisahkan
bagi guru. Melalui internet, guru dapat menjalin interaksi yang efektif dan
efisien. Berbagi pengetahuan dengan rekan kerja yang seprofesi bahkan juga
dengan lintas profesi dapat dilakukan guru pendidikan agama buddha. Demikian
pula dengan peserta didik dan orangtua peserta didik dapat dilakukan dengan
internet dengan cara yang santun, positif, dan dengan itikad baik. Masyarakat,
peserta didik, orangtua peserta didik, dan rekan kerja dapat dengan mudah
melakukan komunikasi secara efektif dan efisien dengan guru pendidikan agama
Buddha via internet.
Pemanfaatan
internet bagi guru dapat disesuaikan dengan standar kompentensi atau kemampuan
guru. Ada empat kemampuan atau kompetensi yang idealnya harus dimiliki oleh
guru Pendidikan Agama Buddha, yaitu kompetensi pedagogik, kompetensi
kepribadian, kompetensi sosial, dan kompetensi profesioanal. Pemanfaatan
internet untuk mendukung pelaksanaan proses pembelajaran dalam bentuk media
atau yang lainnya adalah sesuai dengan kompetensi pedagogik. Pemanfaatan
internet untuk media komunikasi dengan peserta didik, rekan kerja dan juga
masyarakat adalah bagian dari kompetensi sosial guru. Pemanfaatan internet
untuk pengembangan diri guru seperti untuk menambah pengetahuan dan keahlian
ilmu pendidikan agama Buddha adalah sesuai dengan kompetensi profesioanal guru.
Guru
Pendidikan Agama Buddha yang mampu memanfaatkan internet dengan baik yang
disesuaikan dengan kompetensi guru memberikan berkah dan manfaat untuk
banyak orang.
Dengan sesuatu yang baru dan menarik siswa akan tertarik untuk mengikuti
kegiatan belajar mengajar. Rasa ingin tahu mereka pun akan meningkat dan yang
pasti dengan semakin giatnya mereka mengetahui keterampilan bahkan menerapkan
dalam kegiatan belajar sehari hari maka keterampilan atau skil siswa akan
meningkat tidak hanya guru saja. Dengan adanya teknologi yang semakin maju ini
sebenarnya banyak sekali kemudahan kemudahan yang akan dirasakan oleh guru
maupun murid.
PENUTUP
E. KESIMPULAN
Penggunaan teknologi
informasi dan komunikasi dalam pemanfaatannya hendaknya didasari oleh etika, estitika
dan kearifan para pemakainya. Hanya mengembangkan nilai-nilai seperti itu,
dampak negative dari pemanfaatan Teknologi Informasi khusunya internet dapat
diminimalkan terutama bagi para generasi muda yang masih dalam masa pertumbuhan
dan pencarian identitas diri.
Di zaman era yang semakin maju dan berkembang pesat ini khususnya dalam
bidang teknologi, guru wajib menguasai keterampilan teknologi tersebut supaya
lebih banyak kemudahan yang dirasakan jika memang benar benar dimanfaatkan
dengan baik. Dengan adanya teknologi ini guru bisa mengubah cara belajar
mengajar supaya daya tarik siswa semakin tinggi, siswa juga tidak akan
merasakan bosan karena cara ajar yang monoton. Disini tidak hanya guru saja
yang merasakan manfaatnya tetapi semuanya, baik siswa maupun guru. Belajar
menggunakan keterampilan teknologi ini juga harus didukung oleh fasilitas yang
memadai agar semuanya bisa terlaksana, jika tidak ada fasilitas yang memadai
maka kegitan belajar menggunakan keterampilan belajar ini tidak akan
terlaksana.
Dengan
adanya kemudahan kemudahan ini, diharapkan bisa digunakan atau dimanfaatkan
sebaik mungkin supaya semua kebutuhan bisa terpenuhi baik IPTEK ataupun pengembangan
skil lainnya.
DAFTAR PUSTAKA

Komentar
Posting Komentar